Home Berita Berlakukan PPKM Darurat, Kota Tasik Akan Tutup Beberapa Jalur Utama

Berlakukan PPKM Darurat, Kota Tasik Akan Tutup Beberapa Jalur Utama

39
0
PPKM darurat Kota tasik
PPKM darurat Kota tasik

Kota Tasikmalaya menjadi salah satu dari 26 Kabupaten/Kota yang akan menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa Barat. Pemberlakuan PPKM darurat Kota Tasikmalaya tersebut akan dimulai dari 2 sampai denga 20 Juli mendatang.

Penyekatan Diberlakukan di Daerah Rawan Kerumunan

Salah satu metode pembatasan tersebut ialah dengan penyekatan dan pengalihan jalur dalam kota yang dibagi menjadi dua bagian yakni ring dalam kota dan ring perbatasan.

“Rekayasa lalu-lintas ini harus dilakukan demi mengefektifkan pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Tasikmalaya yang dimulai besok (Sabtu 3/7, Red),” kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan, di Mapolres, Jumat (2/7/2021).

Untuk ring dalam kota penyekatan difokuskan ditempat yang paling sering terjadi kerumunan termasuk Jl. KHZ dan sekitarnya.

“Pusat kota Jalan KHZ Mustofa menjadi titik pusat penyekatan, karena di situlah paling sering terjadi kerumunan,” kata Kapolres.

Sementara ring perbatasan didirikan di sejumlah daerah perbatasan dengan daerah lain.

Seperti di Indihiang, Jalan Mangin, Jalan Manonjaya, dan Jalan Urug yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya.

Perbatasan dengan Kabupaten Ciamis ada di Jalan M Hatta, Karangresik, Kecamatan Cipedes.

“Warga perlu tahu, rekayasa dan pengalihan lalu-lintas ini dalam rangka antisipasi terjadinya konstrasi publik di sebuah tempat,” ujar Doni.

Tracing Dari Tingkat RT

Selain penyekatan, Pemerintah Kota juga menilai dengan pembentukan petugas Tracing di tingkat Rukun Tetangga (RT) daerah zona merah yang merupakan gagasan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akan efektif untuk menurunkan angka penyebaran.

“Rencana pembentukan petugas tracing tingkat RT yang digagas Pak Gubernur tentunya sangat membantu kami tenaga medis,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, Kamis (1/7/2021).

“Selama ini kan, petugas tracing tenaga kesehatan sangat kewalahan dengan membludaknya warga terpapar. Ini tentunya akan mempercepat proses penghentian penyebaran,” lanjut Asep.

Pembentukan petugas tracing ditingkat RT tersebut dinilai akan efektif dan menjadi momentum agar masyarakat dari tingkat pemerintahan paling bawah lebih meningkatkan kesadaran menerapkan protokol kesehatan.

“Kewaspadaan prokes masyarakat di tiap pemukiman akan meningkat, pasien positif tak bergejala akan tertib isoman, sehingga akan menekan laju penyebaran Covid-19, tidak seperti sekarang. Penanganan pasien bergejala pun akan fokus karena informasi kepada masyarakat akan akurat,” tambahnya.

Pemberlakuan PPKM Darurat Kota Tasikmalaya Menunggu Intruksi Gubernur

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan, membenarkan sesuai arahan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan melalui daring menyatakan bahwa hampir seluruh daerah di Jawa Barat termasuk wilayahnya darurat Covid-19.

Dalam penerapannya, lanjut Ivan, pada Kamis siang ini pihaknya akan menerima arahan pelaksanaan PPKM Darurat secara langsung melalui daring oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Iya, masuk (PPKM darurat). Jadi kemarin paparan Pak Menko memang Kota Tasik masuk level IV. Jadi hampir seluruh wilayah Jabar PPKM darurat. Nah kami menunggu arahan dari Pak Gubernur. Kebetulan siang ada vikon. Kita akan ikuti arahan Pak Gubernur seperti apa instruksinya,” jelas Ivan kepada wartawan di Mako Polresta Tasikmalaya, Kamis.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo telah mengumumkan penerapan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali yang berlaku mulai 3 sampai 20 Juli 2021.

(kompas/ald)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here